1. Pengibaran Bendera Pada saat Upacara Harkitnas 2016
  2. Kegiatan Upacara Harkitnas Ke- 108 tahun 2016 di Monpera Palembang
Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan kebangkitan nasional akan selalu berpadu kepada kekinian. “Kebangkitan jangan dipersempit makna sebatas kerja. Tapi lebih jauh lagi, kebangkitan merupakan proses berkarya, menemukan menemukan sesuatu yang baru, serta menghasilkan sesuatu yang dirasakan betul manfaatnya bagi penduduk negeri ini,” katanya dalam sambutan Pembukaan Seminar Hari Kebangkitan Nasional ke-108 yang dibacakan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Niken Widiastuti di Gedung Stovia, Jakarta, Selasa (17/05/2016).
Rudiantara menyatakan kebangkitan bangsa-bangsa di dunia dipicu dengan berbagai masalah dan juga trend yang tengah terjadi termasuk teknologi.”Seiring dengan dinamika zaman, proses itulah yang kini tengah kita rasakan. Bangsa ini tengah berproses untuk bangkit dengan segala perubahan situasi yang terjadi,” katanya.
Dalam sambutannya, Rudiantara menilai penting diingat kelahiran organisasi Budi Utomo sebagai penanda bangkitnya kesadaran nasionalisme. “Kesadaran sebagai bangsa yang sejajar dengan bangsa lain tak akan lahir tanpa adanya pendidikan. Sebab, Budi Utomo merupakan lembaga yang mengutamakan aspek kebudayaan dan pendidikan,” katanya.
Menurut Rudiantara, kebangkitan pada akhirnya bukan lagi dimaknai sebagai penanda namun sebagai sebuah proses. Ia mencontohkan teknologi digital yang mempengaruhi proses dalam menjalankan pemerintahan serta mengubah respons perubahan karakteristik masyarakat. “Kehadiran generasi Y, atau mereka yang lahir tahun 1979 hingga 1994, telah membangkitkan kesadaran sebagian dari mereka untuk lebih aktif berwiraswasta ketimbang mencari kerja. Generasi Y telah bangkit dan memaknai sendiri esensi kebangkitan itu,” katanya.
Lebih lanjut Menteri Kominfo menyatakan mereka yang menjadi bagian generasi Y, mungkin tidak terlalu peduli dengan isu-isu kebijakan nasional. Namun mereka lebih menyukai tindakan pragmatis dan dapat mengubah keadaan atau kemampanan. “Bekerja bagi orang atau menjadi orang kantoran, tidak lagi menjadi pilihan hidup bagi generasi ini. Kreatifitas dan interaktivitas dengan teknologi informasi dan komunikasi justru menjadi karakter dominan generasi Y,” tutur Rudiantara.
Saat ini, generasi Y dalam pandangan Menteri Rudiantara sudah bangkit.”Kini menjadi tugas besar kita untuk bisa menggerakkan mereka akan mencintai Indonesia dan berbuat nyata bagi bangsa ini, sebagian generasi Y sudah bersama kita. Mereka anak-anak,” tambahnya.
Bagi Menteri Rudiantara perubahan merupakan keniscayahan. Namun apapun perubahan nya semangat kebangkitan nasional harus bisa mengikuti kontekstualitas zaman. Pada saat ini generasi Y adalah anak-anak muda yang kini menjadi PNS, profesional, penggiat LSM, pengurus Ormas hingga wirausahawan muda berbasis teknologi digital. “Beberapa tahun lagi, sebagian dari generasi Y akan bertransformasi menjadi pemimpin di habitat mereka,” papar Rudiantara.(YDR)
Posted in:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *